PW GP Al Washliyah DKI : Stop Plintir Pernyataan Zulhas, Masyarakat Sudah Cerdas Menilai Informasi Secara Utuh

NUSA ONLINE

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:24 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) Provinsi DKI Jakarta melalui Ketua, Dedi Siregar, mengkritik beredarnya potongan video dan pemberitaan yang dinilai memelintir pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, terkait pertanian sewasembada pangan

Menurut Dedi Siregar, narasi yang berkembang seolah-olah Menko Pangan menyampaikan bahwa “kalau menanam padi tidak untung, tinggal tanam sawit” merupakan penggalan pernyataan yang dilepaskan dari konteks utuh sehingga berpotensi menyesatkan opini publik.

“Publik harus mendapatkan informasi secara utuh, bukan berdasarkan potongan video yang dipisahkan dari konteks pembahasannya. Menyampaikan informasi secara parsial dapat menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Dedi Siregar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa dalam penjelasan lengkapnya, Zulkifli Hasan justru menegaskan arah kebijakan pemerintah saat ini adalah mewujudkan swasembada pangan sebagai prioritas nasional. Menurutnya, Menko Pangan membandingkan kondisi pada era reformasi yang lebih mengedepankan mekanisme pasar dengan kebijakan pemerintahan saat ini yang berfokus pada penguatan produksi pangan dalam negeri.

“Pesan yang disampaikan sangat jelas, yakni swasembada pangan merupakan prioritas yang harus diperjuangkan karena berkaitan dengan kemandirian dan ketahanan bangsa. Pernyataan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai ajakan agar petani meninggalkan komoditas padi untuk beralih ke sawit,” tegasnya.

Dedi menilai bahwa di era digital, setiap pihak memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi secara utuh dan proporsional. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, namun penyampaian informasi hendaknya tidak menghilangkan konteks yang dapat mengubah makna pernyataan seseorang.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dengan mencari sumber informasi yang lengkap sebelum menarik kesimpulan.

“Saat ini masyarakat Indonesia sudah semakin cerdas. Mereka tidak mudah percaya hanya pada potongan video berdurasi singkat atau narasi yang tidak utuh. Publik mampu menilai mana informasi yang disampaikan secara lengkap dan mana yang telah dipelintir,” katanya.

PW Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta berharap ruang publik diisi dengan diskusi yang sehat dan berbasis fakta sehingga perdebatan mengenai kebijakan strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, dapat berlangsung secara objektif dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi. Namun, demokrasi yang sehat harus dibangun di atas informasi yang utuh, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan melalui potongan-potongan narasi yang berpotensi menyesatkan,” tutup Dedi Siregar. (*)

Berita Terkait

VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya di Apresiasi Seluruh Mentri dan Kapolri
Pengamat Soroti Isu Lama Budi Arie: Jangan Potong Fakta Hukum untuk Bangun Opini
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Prabowo Tugaskan Berbagai Elemen Kementerian Pertanian Pekerjaan Umum Sosial Atasi Kemarau Langka Air Akibat Hutan Higrasi!!
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Kemenaker Kemenlu Perjuangkan TKW Libia Kembali Ke Indonesia!!!
Publik Sebut : Polres Cimahi selamatkan 543.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika maupun obat keras terbatas
Video Lama Bermunculan Jelang Agenda Agustus, PW GP Al Washliyah DKI: Jangan Terjebak Provokasi!
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 00:56 WIB

Dialog Terbuka Kapolres Bireuen dengan Ulama Dayah Kritisi Tantangan Zaman

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Tidak Cuma Patroli, Brigif TP 37/HS Buktikan Peran Ekonomi dan Pangan di Usia 1 Tahun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Dugaan Guru Tempeleng 10 Siswa MTsN Luwu Disorot, Prof. Sutan Nasomal Minta Kemenag Buka Kronologi Kasus Guru Tampar 10 Siswa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Dugaan Guru Tempeleng 10 Siswa MTsN Luwu Disorot, Prof. Sutan Nasomal Minta Kemenag Buka Kronologi Kasus Guru Tampar 10 Siswa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Tim Labfor Dari Polda Sumut Terjun Langsung Menyelidiki SPPG Pasca Siswa Keracunan di SMA Negeri Berastagi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:43 WIB

Tim Labfor Dari Polda Sumut Terjun Langsung Menyelidiki SPPG Pasca Siswa Keracunan di SMA Negeri Berastagi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Ratusan Siswa SMAN 1 Berastagi dan Yayasan Perguruan Bersama Keracunan Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Prof. Sutan Nasomal Minta Kapolda Sultra Perintahkan Kapolres Kolaka Usut Transparan Dugaan Penganiayaan di Lingkungan PT MPP

Berita Terbaru